Total Tayangan Halaman

Kamis, 07 Juli 2011

Review Acer Aspire 4750G: Notebook Sandy Bridge Terjangkau Dengan Teknologi Optimus


Setelah mengalami proses penarikan chipset Intel 6 series dari pasaran, yang mengakibatkan tertundanya penjualan notebook yang menggunakan prosesor Sandy Bridge, akhirnya bulan ini pasar mulai dibanjiri dengan berbagai notebook  dengan chipset Intel 6 series yang telah diperbaiki. Prosesor Sandy Bridge sendiri di gembar-gemborkan akan lebih berkinerja, hemat daya dan dilengkapi dengan graphics on die prosesor yang berkinerja dan di-klaim bisa memainkan game 3D dengan cukup baik. Harga yang ditawarkan oleh perangkat notebook dengan prosesor Sandy Bridge sepertinya akan sangat menarik dan terjangkau. Ketatnya persaingan di dunia notebook juga mempengaruhi faktor harga ini.

Acer Aspire 4750G merupakan seri Acer Aspire terbaru yang telah dilengkapi dengan teknologi Sandy Bridge. Acer Aspire 4750G saat ini mulai hadir di pasaran dengan harga yang menarik. Sayangnya, notebook Acer yang kami terima kali ini adalah batch awal. Acer Aspire 4750G batch awal ini menggunakan graphics yang lebih rendah dari batch terbaru yang dapat Anda temukan di pasaran sekarang.
Acer Aspire 4750G menggunakan prosesor Intel Core i5 2410M yang berjalan pada kecepatan 2.3GHz dan dilengkapi dengan Turbo Boost (kecepatan dapat naik hingga 2.9GHz). Memory DDR3 yang terpasang sebesar 2GB dirasakan cukup. Namun, bila Anda belum puas, Anda dapat mengupgrade kapasitas memory tersebut bila diperlukan.
Salah satu hal yang menarik dari Acer Aspire 4750G adalah penggunaan graphics NVIDIA GeForce GT520M yang dilengkapi dengan NVIDIA Optimus. Dengan teknologi ini, Anda dapat melakukan switch graphics secara otomatis bila diperlukan. Secara default, notebook ini dilengkapi graphics Intel GMA 3000. Sebagai informasi, Acer Aspire 4750G yang kami temukan di pasaran adalah batch baru yang menggunakan graphics dengan seri yang lebih tinggi,  NVIDIA GeForce GT540M. Graphics ini pastinya mempunyai kinerja lebih baik. Namun, apakah dengan begitu harganya menjadi lebih mahal? Tidak juga.
spesifikasi yang tertera pada sticker
Untuk desain casing, kami tidak dapat berkata banyak. Berkali-kali kami mendapatkan desain casing  yang sama yang mampir ke meja pengujian kami . Namun, walaupun desain casing mirip, spesifikasi yang diusungnya berbeda-beda. Elemen desain yang membedakan pada Acer Aspire 4750G adalah penggunaan finishing dengan warna biru untuk bagian penutup layar LCD, bagian handrest dan pinggir keyboardnya.
Dimensi Acer Aspire 4750G sendiri tidak banyak berbeda dengan notebook dengan layar 14″ dengan resolusi 1366×768 lainnya. Acer Aspire 4750G juga dilengkapi dengan satu port USB3.0 yang terletak di sebelah kanan. Kapasitas penyimpanan data yang diberikan pada Acer Aspire 4750G tergolong besar, Anda akan mendapatkan hard disk sebesar 640GB yang siap menyimpan data serta file multimedia Anda.

Kelengkapan

Tampak depan : card reader
Tampak belakang
Power port, LAN, D-Sub, HDMI, USB2.0
Audio in/out, USB3.0, optical drive DVDRW
Tampak bawah dibagi hanya satu module penutup tetapi masih mudah di upgrade sendiri
Seperti yang telah kami sebutkan di atas, notebook ini dilengkapi dengan port USB3.0. Anda dapat membedakan port ini dengan melihat bagian dalamnya yang berwarna biru. Dengan keberadaan port USB3.0, notebook ini tidak lagi memerlukan port eSATA. Alasannya? karena berbagai media penyimpanan data portable eksternal saat ini lebih banyak menggunakan USB dibandingkan eSATA.
Keyboard dengan desain tuts water lilly
Seperti kebanyakan notebook keluaran Acer lainnya, desain keyboard notebook ini menggunakan desain water lilly. Tuts jenis ini termasuk nyaman digunakan karena mempunyai penampang tuts yang besar. Namun, bentuk tuts yang mengambang tersebut membuat celah-celahnya mudah disusupi kotoran. Perhatian ekstra sangat dibutuhkan untuk notebook dengan keyboard jenis ini. Selain itu, notebook ini memiliki touchpad berukuran luas yang memudahkan Anda melakukan gerakan multitouch. Fungsi klik kanan dan kirinya juga terasa empuk dan nyaman saat ditekan.
Port USB3.0 yang dapat Anda temukan pada Acer aspire 4750G

Kinerja

SysMark 2007


Kinerja yang dihasilkan oleh prosesor Intel Core i5 2410M  tergolong baik. Perbedaan clock 100Mhz dengan Intel Core i5 520M tidaklah membuatnya berada di bawahnya, malah hasil yang didapat lebih baik satu point pada benchmark menggunakan Sysmark 2007 ini. Dari hasil tersebut bisa terlihat bahwa prosesor Sandy Bridge memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan prosesorArrandale.

MobileMark 2007


Dari awal peluncuran, Intel telah mengklaim bahwa prosesor Core i generasi ke-2 nya (Sandy Bridge) akan lebih hemat daya. Hal ini terbukti dengan hasil tes Battery Live Rating terhadap notebook ini. Ia dapat hidup selama 336 menit atau setara dengan 6 jam 36 menit. Hasil ini termasuk sangat baik mengingat kinerja prosesor yang tinggi yang biasanya menyerap banyak daya.

Transcoding


Hasil yang didapat untuk melakukan proses transcoding film juga menakjubkan, baik saat menggunakan GPU maupun mengaktifkan feature Quicksync. Anda dapat melihat perbedaan waktunya ketika melakukan proses ini dengan menggunakan feature opsional quicksync. Perbedaan waktu yang dihasilkan cukup terpaut jauh.

Kinerja NVIDIA GTX520M




Pada pengujian menggunakan program-program benchmark buatan Futuremark terlihat hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa NVIDIA GeForce 520M dapat memainkan berbagai game dengan settingan dan resolusi tertentu. Oleh karena itu, kami meneruskan pengujian benchmark dengan menggunakan game 3D untuk memperlihatkan kepada Anda bagaimana kinerja sesungguhnya graphics dari NVIDIA ini.

Lost Planet 2

Pada benchmark menggunakan game Lost Planet 2 terlihat bahwa pada settingan high dengan resolusi 1280×720, graphics tidak dapat mencapai FPS di atas 30 terutama pada settingan DXFeature mulai dari high hingga none. Bila Anda bersikeras memainkan game ini sepertinya Anda harus menurunkan resolusi ke bawah dan melakukan mengganti beberapa settingan ke middle.

Left4Dead

Pada game Left4Dead, graphics NVIDIA GeForce 520M dapat berjalan dengan mulus pada resolusi native dengan settingan tinggi. Namun, ketika kami mulai menjalankan feature AA 8x, FPS menurun hingga di bawah 30FPS pada GPU. Feature AA dapat dinyalakan tetapi harus Anda setting ke opsi yang lebih rendah.

Left4Dead2

Pada settingan native dan resolusi tinggi, FPS yang didapat pada game 3D Left4Dead2 tidaklah menggembirakan. Anda masih dapat memainkan pada resolusi native tetapi dengan settingan sebagian diturunkan sehingga Anda akan mendapatkan FPS di atas 30.

Resident Evil 5

Untuk game Resident Evil 5, Anda dapat melihat perbedaan pada settingan tinggi dan menengah pada resolusi native. Dengan hasil tersebut Anda masih dapat memainkan game ini pada settingan high. Namun, sebagian setting harus diturunkan ke opsi yang lebih rendah untuk mendapatkan FPS di atas 30FPS.

Dirt 2

Anda sepertinya tidak bisa terlalu berharap dapat memainkan game ini di Dx11. Pada grafik di atas terlihat bahwa pada settingan ultra, high dan medium dengan resolusi berbeda masih belum mampu menghasilkan FPS di atas 30. Bila kami menurunkan settingan ke opsi medium ke bawah membuat game ini akhirnya dapat menjalankan pada Dx9. Game Dirt2 ini akan berjalan mulus pada Dx9 dengan settingan dan resolusi tertentu.

Kesimpulan

Dilihat dari berbagai segi, Acer Aspire 4750G bisa dikatakan sebagai sebuah notebook yang cukup lengkap. Kinerja yang ditawarkan akan dapat menjalankan aplikasi menengah ke atas dengan lancar. Graphics NVIDIA yang diberikan dapat menjalankan berbagai game 3D dengan baik pada resolusi native dengan settingan menengah ke atas. Teknologi NVIDIA Optimus yang diberikan cukup dapat membuat notebook ini dapat bertahan hidup dengan lama. Satu hal yang paling menarik adalah harga yang ditawarkan berkisar di harga Rp. 6.000.000,- tanpa OS.
Acer Aspire 4750G adalah sebuah notebook untuk berbagai suasana, Anda dapat bekerja, bermain, bahkan menjadikan notebook ini sebagai pusat hiburan dengan adanya port HDMI yang dapat Anda hubungkan ke LCD TV layar besar. Spesifikasi, kelengkapan dan kinerja yang diberikan berbanding dengan harga yang ditawarkan sangat baik dan cukup murah.

Kelebihan

  • Port USB3.0
  • Daya tahan hidup tinggi.
  • NVIDIA Optimus.

Kekurangan

  • Kinerja prosesor tidak terlalu melonjak jauh dari prosesor sebelumnya.
  • Bentuk casing yang membosankan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar