Total Tayangan Halaman

Jumat, 10 Juni 2011

Waspadalah Dengan Toko Online Gadungan di Facebook !

Memang saat ini sedang menjamur dengan yang namanya bisnis online. Dan yang paling populer dari bisnis yang satu ini adalah toko online. Toko online menjadi salah satu favorit bagi para perambah dunia maya karena mereka dapat melakukan transaksi jual beli tanpa harus bertemu langsung dengan pembeli/penjual sehingga lebih efektif dan efisien. Dan pastinya temen-temen semua yang sering fesbukan juga sering menjumpai toko-toko online ini di Facebook Page tentunya.
Namun berhati-hatilah sebelum membeli produk-produk yang ditawarkan di Toko Online ini. Karena bukan suatu hal yang mustahil pula kalau ternyata salah satu dari mereka cuman sebuah toko gadungan yang bermaksud menipu anda. Sudah banyak teman-teman kita yang tertipu dengan toko-toko online yang ternyata gadungan ini. Salah satunya dialami oleh teman saya sendiri lho (kalau saya sih belum he3).
Ok, sedikit cerita dari saya. Sekitar satu minggu yang lalu seorang teman tiba-tiba menghubungi saya. Dia menanyakan kalau pengiriman barang melalu tiki / jne dari Batam ke Jakarta itu berapa lama. Saya jawab, ya paling lama 3 hari, wong namanya juga TIKI ‘Titipan Kilat’ mosok yang satu minggu he3 :p. Usut punya usut ternyata teman saya tadi telah melakukan pembelian sebuah Handphone Blackberry Javelyn dari sebuah toko online di facebook yang bernama Nitro Cellular Shop. Mungkin karena tergiur dengan harganya yang lebih murah dibandingkan kalau beli di Gerai Resmi Blackberry jadi dia sepakat untuk melakukan pembayaran via transfer.
Toko Online Gadungan
Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, tidak lama kemudian teman saya diberi nomor resi pengiriman yang katanya barang telah dikirim melalui Tiki-JNE. Selang 2 hari berikutnya, handphone Blackberry yang dipesan itu ternyat belum sampai dan akhirnya teman saya meminta tolong saya untuk men-tracking nomor resi tersebut.  Setelah saya tracking nomor resi tadi di website-nya jne ternyata tidak ada data pengiriman barang dengan nomor resi tersebut. Wah, saya mulai curiga nih, kemudian saya menghubungi teman saya untuk menanyakan nomor resi tersebut di agen JNE terdekat.
Dan benar sekali, agen JNE tersebut mengatakan bahwa tidak ada transaksi pengiriman barang dengan nomor resi itu, malah mereka bilang nomor resi itu adalah nomor milik TIKI. Wah, semakin mencurigakan nih.. Dengan rasa penasaran teman saya langsung mencari agen TIKI terdekat kemudian menanyakan nomor resi pengiriman tadi. Setelah dicek ternyata ada pengiriman barang dengan nomor resi tersebut, tapi keterangannya kok paket berisi makanan?? Badalah !!
Sudah tidak diragukan lagi nih, Toko Online di facebook yang bernama Nitro Cellular Shop ini pasti cuman tipuan. Padahal teman saya sudah transfer sebanyak 2,2 jt untuk membayar pembelian BB Javelyn. Kenapa saya yakin kalau Toko Online Nitro Cellular Shop adalah toko online gadungan? Karena sampai detik ini teman saya masih belum menerima paket dari TIKI. Yang lebih anehnya lagi setelah pemilik Nitro Cellular Shop ditelpon untuk dimintai penjelasan mengenai kejadian janggal ini adalah saat ia memberi keterangan bahwa pihaknya telah salah melakukan pengiriman barang. Barang (Hp BB tadi) telah dikirim dengan jumlah yang salah yaitu 3 buah, dan telah dikirim ke alamat yang sama, untuk itu teman saya dimohon mentransfer uang lagi sebesar 4 Juta. SHIIIIIT !!!! Nggak mungkin dah kalau pengiriman 1 barang bisa keliru jadi 3 barang. Ini cuman akal-akal an aja buat menipu lagi.
Hmmm… Yah mudah-mudahan saja BB yang dibeli teman saya tadi benar-benar dikirim jadi saya punya alasan untuk menghapus postingan ini. Kalau sampai nggak dikirim, ya saya tidak bertanggung jawab atas pernyataan saya  ini bahwa Nitro Cellular Shop adalah Toko Online Gadungan !!! [-kritz-]
NB:
Postingan ini tidak akan saya hapus sampai barang yang dipesan teman saya yaitu Blackberry Javelyn  yang telah dibayar dengan harga 2,2 Juta benar-benar sudah sampai di tangan.
—————————Kutipan: Awas, Toko Online Gadungan di Facebook——————————
Kompas.com – Sejak makin populer digunakan sebagai layanan jejaring sosial, Facebook mulai dimanfaatkan pelaku bisnis untuk menawarkan barangnya secara online. Namun, belakangan ternyata banyak yang mencoba menyalahgunakan untuk melakukan penipuan.
Aksi yang mereka lakukan umumnya dengan membuat daftar barang dengan harga sangat miring. Harga yang ditawarkan pun bisa di bawah setengah harga normal barang resmi dengan foto-foto pendukung yang meyakinkan.
Namun, jika diteliti lebih lanjur ada yang mencoba menjual barang palsu. Misalnya, ada yang menawarkan tablet BlackBerry BlackPad. Padahal tak ada produk BlackBerry BlackPad. Nama tersebut hanyalah rumor sebelum RIM memberi nama tablet BlackBerry PlayBook. Itu pun baru baru tersedia beberapa bulan lagi.
Pelaku juga membuat disclaimer yang meyakinkan tidak ada tindak penipuan dalam transaksinya sehingga seolah-olah bukan toko online gadungan. Mereka juga menyediakan nomor telepon yang dapat dihubungi secara langsung kapan saja. Bahasanya pun hangat dan lihai melakukan penjebakan dengan cara apapun. Juga info meyakinkan bahwa pembeli bisa mengecek barangnya lewat layanan pengiriman barang seperti Tiki JNE.
Nama-nama yang dipakai macam-macam dari nama orang maupun nama toko. Alamat lengkap juga disertakan. Beberapa pelaku biasanya langsung menghapus atau mengganti nama akun Facebook-nya begitu tercium banyak orang telah melakukan tindak penipuan.
Namun, semua iming-iming tersebut hanyalah jebakan. Beberapa pengguna Facebook pernah menjadi korbannya. Misalnya, penipuan yang dialami Aprilia Paramitasari, seorang kompasianer, anggota jejaring blog Kompasiana. Dalam tulisannya beberapa waktu lalu, ia menceritakan pedihnya tertipu hanya karena iming-iming harga miring.
“Beberapa hari yang lalu, saya melihat iklan di Facebook dengan nama akun facebook Aulia Celluler Shop. Sebuah laptop merek Sony Vaio VPCEB16FG 14 inch baru dijual Rp. 3.750.000. Harga yang sangat murah untuk laptop merek tersebut,” cerita dia.
Ia mengaku tidak berniat membelinya karena telah memiliki laptop. Namun, informasi tersebut direkomendasikannya kepada kakaknya yang kebtulan tengah butuh laptop. Alamat itu pun kemudian dikirimkan kepada sang kakak sebagai referensi.
“Melihat murahnya harga laptop tersebut, kakak saya tertarik untuk membelinya. Bakan tidak hanya kakak saya, tapi juga seorang temannya juga, serta pacar saya,” lanjutnya.
Mendapat sambutan positif, ia pun menelepon pemilik toko online tersebut seperti tertulis di halaman akunnya. Ia mengaku penerima telepon menyambut ramah dan memintanya mengirim pemesanan dengan format SMS yang diminta. Setelah terkirim ada SMS jawaban untuk mentransfer harga yang diminta.
Ia mengakui kakaknya sempat curiga dengan toko onlien tersebut. Namun, ia mencoba meyakinkan bahwa untuk bertransaksi di toko online memang biasanya seperti itu. Bahkan, untuk meyakinkan sekali lagi, ia menelepon pemilik toko.
“Untuk meyakinkan kakak saya, saya menghubungi si penjual online dan meminta alamat toko mereka dan meminta nomor lain yang bisa dihubungi jika terjadi masalah dengan barang yang saya beli,” ujarnya.
Jebakan di ATM
Setelah uang ditransfer, pemilik toko tak juga memberikan nomor resi pengiriman barang. Ia pun kembali menghubungi dan menagih nomor tersebut. Tapi, bukannya diberikan nomor resi, ia disuruh ke ATM.
“Dia mengatakan saya bisa mendapatkan no resi pengiriman barang jika saya pergi ke ATM, karena dia bilang dia melakukan transaksinya via internet banking dan dia akan memberi tahukan kepada saya bagaimana cara mendapatkan no resi tersebut jika saya telah ada di ATM,” jelas dia.
Kontan ia menolak repot-repot karena setahu dia nomor resi tercantum di blanko pengiriman. Pemilik toko pun akhirnya bersedia memindai blanko pengiriman dan akan di-upload ke akun Facebook serta menge-tag dia.
“Tak berapa lama, saya diberitahu bahwa bukti resinya telah di upload dan di tag kan kepada saya, sambil si penjual meminta maaf karena dalam paket barang saya terdapat paket barang orang lain berupa sebuah Apple iPad. Saya bilang itu bukan kesalahan saya, dan kalau memang benar barang tersebut ‘nyangkut’ di paket saya, saya akan segera mengirimkannya kembali kepada mereka jika barang tersebut sudah di tangan saya. Si penjual pun setuju,” lanjut dia.
Saat nomor resi dicek ke situs web penyedia jasa pengiriman dimaksud, ternyata tidak ada. Ketika ditanyakan, sang penjual pun tak merasa bersalah malah menyalahkannya karena tidak mau ke ATM sehingga barang tidak bisa terkirim. Ia pun masih mencoba berharap barang terkirim meski belum sampai.
Namun, ditunggu berhari-hari, barang yang dibeli tak juga datang. Ia pun mulai khawatir dan menelepon lagi nomor pemilik toko. Namun, sampai sekarang tak pernah lagi diangkat. Merasa jadi korban penipuan, ia berniat melaporkan tindakan tersebut ke polisi.
“Saya sudah berusaha menghubungi pihak penjual yang anehnya masih bisa, karena nomor handphonenya masih terus aktif, tetapi tidak mendapatkan tanggapan sama sekali. Saya sudah pasrah dan berusaha menguatkan hati untuk menerima yang telah terjadi serta menyiapkan diri untuk mengganti setiap kerugian yang timbul akibat kecerobohan saya,” ujarnya.
Ia berharap apa yang dialaminya tersebut bisa menjadi pelajaran bagi pengguna Facebook lainnya. Modus yang sama bukan satu dua orang saja yang melakukannya, namun kini banjir di Facebook. Tentu tak semua toko onlien di Facebook fiktif. Pintar-pintarlah memilih toko online yang dipercaya. Andai tak mau membeli kucing dalam karung, membeli langsung secara offline saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar